Blogger Widgets
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA- SEMOGA ARTIKEL-2NYA DAPAT BERMANFAAT BAGI ANDA- TERIMA KASIH
Showing posts with label Galery Superhero Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Galery Superhero Indonesia. Show all posts

Monday, 25 April 2011

Winda Gang (si Pemburu Cantik)



KARAKTER

Nama Asli : Winda
Nama Julukan : Winda Gang (si Pemburu Cantik)
Asal : Jakarta
Kelamin : Wanita
Tinggi : 169 cm
Berat : 65 kg
Umur : 21 tahun
Rambut : Panjang hitam hihglight coklat
Warna kulit : Putih
Profesi : Agen Rahasia

Kemampuan :

Kelengkapan gadget yang mendukung aksinya, pandai berkelahi, mahir menggunakan senjata api, lihai dalam berkendara, cermat dalam bertindak.

Latar Belakang:

Winda adalah anak perempuan dari seorang profesor yang sangat pintar dan memiliki satu kakak laki-laki. Dimana ayah Winda sang profesor ini membuat projek rahasia yaitu mendirikan sistem pertahanan negara yang super canggih.


Walaupun Winda dalam kisahnya sempat kalah dalam bertarung melawan musuhnya, namun ia bangkit lagi dengan perlengkapan senjata yang mutakir.

Spoiler for gambar Winda gank


Blacan




KARAKTER
Nama Asli : Bram
Nama Julukan : Blacan
Asal : Jakarta
Kelamin : Pria
Tinggi : 173 cm
Berat : 69 kg
Umur : 26 tahun
Rambut : Panjang hitam
Warna kulit : Kuning
Profesi : Wiraswasta

Kemampuan :

Kungfu, bersenjata ruyung (double stick).

Latar Belakang:

Blacan adalah nama julukannya, ia hebat dalam berkelahi karena ia jago bela diri kungfu. Blacan menaruh dendam kepada musuhnya yang telah membantai kedua orangnya disaat ia kecil. Namun rasa dendam nya terhalang dengan percintaan dengan kekasihnya.




 



Tira


Maza adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali pada tahun 1968. Genre komik adalah Fantasi. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta.

Dalam suatu mimpi, Kanigara merasa dirinya adalah Maza. Seekor ular bernama Schobin meminta tolong kepadanya untuk menemukan sebuah mutiara biru dan putrinya yang bernama Vatienc. Pencurinya adalah penyihir jahat bernama Rahczor. Rahczor tinggal di Pulau 


Tengkorak Hitam. Ketika Maza bertemu penyihir itu dia meminta tebusan kepada Maza berupa tengkorak harimau putih bertanduk tiga. Orang-orang dari suku Galar membantu Maza menemukan benda tersebut. Rachzor melakukan kecurangan. Begitu tahu Maza telah berhasil dia menghadapkan Maza dengan monster-monster ciptaannya. Ketika itu pula Jin Kartubi datang menolong Maza dan membunuh Rachzor. Vatienc ditemukan. Segala sihir Rachzor sirna. Ular Schobin kembali ke wujud manusia. Raja Schobin. Mutiara biru juga telah kembali. 

Kartubi memberi Maza sebuah cincin. Ketika Maza merambati sebuah tebing ia terjatuh dan terbangunlah Kanigara dari mimpinya. Tiba-tiba sebuah kuas dengan cincin ajaib melingkar di gagangnya berbicara. Rupanya itu adalah suara Kartubi yang memberi tahu bahwa mimpi itu adalah tanda suatu kenyataan. Kanigara tanpa maksud tertentu mengetukkan kuasnya di meja dan ia pun berubah menjadi pria kekar bernama Maza Sang Penakluk, kemudian kuas berubah menjadi belati.

Caroq

Caroq adalah seorang karakter superhero Indonesia karya Ahmad Thoriq. Caroq diciptakan pada tahun 1992. Nama aslinya adalah Ongko yang berprofesi sebagai sopir taksi. Ia memiliki kekuatan magis untuk mengubah dirinya menjadi seorang superhero. Caroq memiliki 2 bilah celurit sakti yang panjang. Musuh bebuyutannya adalah Si Tangan Empat dan Si Bengis.


Para Superhero Indonesia






Kalong atau Calong

Kalong atau Calong adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali pada tahun 1972 dalam Calong Anak Kelelawar. Agus Supriyadi bersembunyi dalam sebuah peti supaya bisa ikut dalam rombongan ekspedisi arkeologi ke pegunungan Dieng yang dipimpin oleh ayahnya. Agus yang sebetulnya tidak boleh ikut oleh orangtuanya terpaksa harus tinggal di sekitar tenda bersama seorang pegawai ayahnya. Seorang anak buah Isman yang lain ikut dalam komplotan yang akan memeras ayahnya. Menyadari bahaya dari orang yang kemudian mengejarnya, Agus berlari dan terperosok ke sebuah jurang dan pingsan.

Agus yang bangun dari pingsannya tersesat sampai ke sebuah gua. Di dalam gua yang penuh dengan kelelawar itu, Agus bertemu dengan bangsa manusia kelelawar dari kerajaan Laksa Bantala di ujung gua. Rajanya yang bernama Xamfereet memberinya sebuah benda ajaib yang bila ditempelkan di kening akan merubahnya menjadi superhero cilik yang disebut Kalong. Kalong kemudian menggagalkan usaha pemerasan anak buah ayahnya. Kalong dapat terbang seperti kelelawar, kebal senjata. Ujung jarinya bisa memancarkan sinar pemaham. Apabila sinar itu dikenakan pada hewan, maka hewan itu bisa mengerti dan berbicara untuk memberi keterangan yang jujur.




Jin Kartubi

Jin Kartubi adalah tokoh komik ciptaan Hasmi pada tahun 1968. Kartubi adalah jin raksasa hamba Maza. Apabila Maza memerlukannya, ia tinggal menggosok pisau belatinya. Kartubi akan segera muncul dengan tertawa terbahak-bahak.

Kartubi sebenarnya adalah pangeran di negeri jin yang disebut kerajaan Mbegadud. Ayahnya adalah raja Mansuk Lezus. Saudara-saudaranya yang jahat memasukannya ke dalam botol dan membuangnya. Ia memasuki mimpi Kanigara (alter ego Maza) bahwa ia akan mengabdi kepadanya dan masuk ke dalam belatinya. Wujud raksasa Kartubi sering dipergunakan Maza dalam menghadapi ancaman raksasa seperti Xephros dan siluman-siluman raksasa di pulau hantu. Kemampuannya untuk terbang sangat dimanfaatkan para superhero yang tidak dapat terbang untuk transportasi udara.



Sebrani

Sembrani adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali dalam serial Gundala 1000 Pendekar tahun 1974. Tangguh sedang berada di tepi kawah gas beracun di Dieng, ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik turun ke kawah. Sebuah pesawat angkasa ternyata telah jatuh ke dalam kawah. Kehadiran benda itu rupanya menetralisir racun gas. Lewat proyeksi 3 dimensi, Otohrb, seorang panglima perang yang telah lama mati dalam pertempuran di sistem bintang Ristuty berbicara padanya. Dia memberi Tangguh sebuah kalung yang dapat merubahnya menjadi seorang superhero yang bernama Sembrani. Sembrani mempunyai kemampuan untuk menetralisir medan magnet maupun medan listrik, menetralisir racun dan dapat terbang.


Pangeran Mlaar

Pangeran Mlaar adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Mlaar adalah Putra Mahkota suatu kerajaan di planet Covox. Setelah terbunuhnya ayah Mlaar oleh komplotan Menteri Telern dan Putri Kepala Perak, Mlaar dilarikan oleh pamannya yang seorang ilmuwan jenius. Berkat suatu rekayasa oleh pamannya, Mlaar mempunyai kemampuan elastisitas yang bisa membuatnya mulur dalam batas tertentu.






Aquanus

Aquanus adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Aquanus di Planet Vibhy pada tahun 1968. Ketika terjadi penyerangan bangsa Burbur ke planet Zyba, putra angkat raja Sving yang masih bayi dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa. Roket tersebut jatuh ke lautan di planet bumi. Keluarga pemburu paus memelihara anak yang bernama Dhanus itu.

Bangsa Zyba adalah bangsa yang mampu hidup di darat dan di air, sehingga Dhanus dapat dengan mudah bermain-main ke dasar lautan. Suatu ketika saat menyelam di dasar laut, seseorang yang mengaku berasal dari Zyba menolongnya dari serangan gurita raksasa. Orang itu tewas ditembak para penyelam. Sebelumnya ia memberikan sabuk sinar pelangi kepada Dhanus. Sabuk ini menjadi senjata andalan Aquanus. Nama Aquanus berasal dari Aqua yang berarti air, dan Nus dari Dhanus.

Ketika menginjak usia dewasa Dhanus bermaksud membantu orang di planet Zyba tanpa tahu bahwa mereka adalah bangsa Burbur yang merebut tanah kelahirannya dari bangsa Zyba. Orang-orang Quantra dari planet Vibhy yang berseteru dengan bangsa Burbur menarik pesawat Aquanus ke Vibhy. Di sana Aquanus bertemu dengan Ratu Zerhami keturunan asli raja Sving yang lahir di planet suaka Quantra. Permaisuri raja Sving memang telah diselamatkan bangsa Quantra pada saat penyerbuan Burbur ke Vibhy. Aquanus yang menyadari siapa dirinya sebenarnya melakukan penyusupan dan membantu mengalahkan bangsa Burbur.

Para jagoan seperti Godam, Gundala, dan lain-lainnya sering mengadakan pertemuan di markas rahasia Aquanus yang terletak di Teluk Berhala. Peralatan canggih dan kapal selam Aquanus ditempatkan di markas bawah air tersebut.

Ketika menghadapi Bocah Atlantis, Aquanus pernah dilumpuhkan dan digantikan oleh seorang agen Atlantis yang bernama Vedhus. Vedhus hancur lumer bersamaan dengan lumernya Bocah Atlantis menghadapi cermin ajaib yang dihadapkan Godam kepadanya.
 
Pada tahun 2008 telah dirilis komik baru Aquanus yang berjudul Benua Ke Tujuh. Komik ini di terbitkan oleh Metha Studio bekerja sama dengan Neo Paradigm Studio. Penulis dan 

Pewarnaan oleh Berny Julianto, gambar oleh Arief Hargono, Dwi Aspitono dan Nico Jeremia. Di buku komik ini Aquanus muncul dengan kostum baru dan memimpin tim pengawal kota bawah laut yang bernama Humuna-shim. Tim ini disebut Gibai-in. Mereka terdiri dari Aquanus, Natea Miad, Runlui Daun, Pagua Daun, dan Jamamua Jun. Tokoh Aquanus mengalami revamping di sini. Sedikitnya sisi-sisi karakter Aquanus yang disentuh oleh mendiang penciptanya almarhum Wid NS memberi kesempatan cukup luas bagi para komikus Neo 

Paradim untuk mengembangkan karakter klasik ini. Aquanus yang dulu hanya sendirian datang ke bumi, sekarang datang bersama dengan ras bangsanya yaitu Arhumun. Mereka malah juga dikuntit oleh ras bangsa Rakyana yang selalu menjadi musuh mereka sejak di planet Zyba. Mereka dipimpin seorang jendral yang bernama Rahkian Jah. Musuh mereka juga bertambah dengan seorang jenius yang licik yang disebut sebagai Perompak Merah. Perompak Merah dengan kejeniusannya mencipta peralatan canggih berusaha mencuri teknologi andalan Humuna-shim yang disebut sebagai "Batu Generator".

Metha Studio dan Neo Paradigm berusaha supaya komik ini dan juga komik Godam Reborn 2: Jodoh Buat Awang tidak sekedar sebagai romatisme, tetapi diharapkan menjadi pemicu kebangkitan kembali komik nasional di Indonesia.

Aquanus dengan kostum barunya dalam Aquanus: Benua Ke Tujuh, tampak tim Gibai-in, Rahkian Jah dan Perompak Merah di latar belakang, gambar oleh Arief Hargono, warna oleh Berny Julianto, 2008.

Gundala

Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta.

Berawal dari seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super, yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin. Sejak itulah, pada waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung.

Seri Gundala
Selain Gundala Putra Petir (1969), judul seri selanjutnya adalah Perhitungan di Planet Covox (1969). Di sini Gundala bertemu dengan Pangeran Mlaar, yang memiliki tubuh bisa melentur. Mlaar adalah putra mahkota yang terkudeta. Gundala membantu mengembalikan tahtanya. Persahabatan itu membuat Mlaar jadi sering main ke Yogyakarta.
Judul berikutnya adalah Dokumen Candi Hantu (1969), yang merupakan pemunculan pertama musuh bebuyutan Gundala, yakni Ghazul. Lalu Operasi Goa Siluman (1969), The Trouble (1969), Tantangan Buat Gundala (1969), Panik (1970), Kunci Petaka (1970).

Kemudian dalam Godam vs. Gundala (Prashida, 1971) dikisahkan Gundala dan Godam tanpa sengaja tertukar kostum dan kekuatan super masing-masing. Masing-masing saling menuduh mereka palsu dan terjadilah perkelahian luar biasa. Warga Yogya yang menonton jadi bingung, mengapa kedua superhero itu bisa bertarung, dan ada yang berkomentar bahwa mereka bertarung karena wanita. Setelah mengadu pada pencipta masing-masing (Kaisar Kronz dan Bapa Kebenaran), mereka akhirnya bisa kembali pada kondisi normal.

Gundala juga hadir dalam Bentrok Jago-jago Dunia (Prashida, 1971), Gundala Jatuh Cinta (1972), Bernapas Dalam Lumpur (1973), Gundala Cuci Nama (1974), 1.000 Pendekar (1974), Dr. Jaka dan Ki Wilawuk (1975), Gundala Sampai Ajal (1976).
Dalam Pangkalan Pemusnah Bumi (1977), Gundala diceritakan bertemu untuk pertama kali dengan calon istrinya. Kemudian berikutnya terbit Pengantin Buat Gundala (1977), Bulan Madu di Planet Kuning (1978), Lembah Tanah Kudus (1979), Gundala Sang Senapati (1979), Istana Pelari (1980), dan terakhir Surat dari Akherat (1982).

Godam

 

 Godam adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Memburu Doktor Setan pada tahun 1969. Godam berasal dari dimensi lain yang terdapat negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan Candalani.


Godam berasal dari dimensi lain yang terdapat negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan Candalani.
Dalam pelariannya Godam mendapatkan benda-benda sakti yaitu baju sakti yang bisa menjadikannya sangat kuat dan kebal dan kain bendera yang membuatnya bisa terbang.
Dikarenakan sumpahnya kepada Dewi Pengasuh Sukma terlanggar, yaitu tidak boleh menyebabkan terbunuhnya seseorang; padahal putra Candalani bunuh diri karena malu kalah tanding dengan Godam, maka Godam dikurung dalam cincin sakti. Cincin itu diberikan kepada Bapa Kebenaran di dimensi manusia. Awang yang seorang sopir mendapat kepercayaan menjadi media perwujudan Godam dalam menjalankan kewajibannya menumpas kejahatan.

Musuh Besar
Musuh bebuyutan Godam adalah Roh Doktor Setan/Roh Setan yang berwujud kalung berliontin batu permata. Permusuhan mereka dimulai sejak sebelum Awang dipilih menjadi tubuh manusia Godam . Banyak sekali peristiwa-peristiwa dengan Roh Doktor Setan ini, seperti dalam kasus "Mencari Jejak Mayat" (1970), "Sinar Mata-X" (1973), dan "Panik" (1976).

Hilangnya Kekebalan
Kekebalan Godam hilang dikarenakan akan membuka identitas rahasianya kepada Gundala. Bapa Kebenaran membawa pergi Godam sebelum ia sempat menyebut nama Awang. Hukuman baginya adalah hilangnya kekebalan yang disebabkan suatu sinar. Semburan sinar mata zamrud dari anggota Gerombolan Kucing Merah yang ternyata menjadi penyebab hilangnya kekebalannya .

Teman-Teman Godam
Sering dalam petualangannya melawan kejahatan ia bekerja sama dengan jagoan lainnya seperti Gundala, Aquanus, Maza, Tira, Sembrani, dan lainnya. Mereka bahu membahu menghadapi Roh Setan, Ztulos si Bocah Atlantis, Gerombolan Kucing Merah, Penyihir Solsoldola sampai Sang Kolektor di angkasa luar. Kelompok GAS pimpinan Empu Selamawa hampir melumpuhkan semua jagoan yang melawan mereka.
 
Serial Godam
  1. Memburu Doktor Setan (1969)
  2. Godam Gadungan (1969)
  3. Godam vs Kaum Teroris (1969)
  4. Mencari Jejak Mayat (1970)
  5. Godam dengan Raksasa Colosy (1970)
  6. Robot Penakluk (1972)
  7. Mata Sinar X (1973)
  8. Bocah Atlantis (1975)
  9. Black Magic (1975)
  10. Panik (1976)
  11. Sang Kolektor (1978)
  12. GAS (1978)
  13. Bregota (1979) Edisi khusus ulang tahun ke-10 (full color)
  14. Tirani Biru di Negeri Godam (1980)
  15. Setan (1980)