Blogger Widgets
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA- SEMOGA ARTIKEL-2NYA DAPAT BERMANFAAT BAGI ANDA- TERIMA KASIH
Showing posts with label Militer Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Militer Indonesia. Show all posts

Wednesday, 21 October 2020

SS2-V5 A1 Kal. 5.56 mm Senjata Terbaru PT. Pindad

 

History

SS2 atau Senapan Serbu 2 adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik.

Type SS2 Pindad


SS2 ini memiliki kesamaan bobot yang ringan. Bobot ini menjadi perhatian, sebab pada SS1 yang memiliki bobot kosong 4,01 kg, dinilai terlalu berat. SS2, memiliki bobot kosong 3,2 kg.

SS1 PT.Pindad mendunia

Dengan menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO dan panjang laras 460 mm, SS2 mampu memuntahkan 700 butir peluru per menit. Peluru yang ditembakkan memiliki kecepatan 710 m/detik, dengan jarak tembak efektif sejauh 450 m.

SS2-V5 A1 Kal. 5.56 mm

Kecepatan peluru yang ditembakan sekitar 710 m/detik, dengan jarak efektif tembakan sejauh 450 m. Menggunakan alat bidikan besi, amunisi yang dipakai SS2 merupakan Magazen box isi 30 butir.

Type Senjata SS1 PT.Pindad 

Type Senjata SS2 V4 PT.Pindad 

SS2 Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.

SS2-V5

   Indonesia: Lebih dari 25.000 pucuk dibeli oleh TNI.  Rata-rata pengguna saat ini adalah pasukan khusus, seperti Komando Pasukan Katak TNI-AL dan Kopassus TNI-AD.


SPECIFICATION

  • Calibre : 5,56 x 45 mm
  • Overall Length : 850 - 853 mm
  • Barrel : Length : 255 mm Rifling : 6 grooves, RH 177,8 ( 7" ) twist
  • Butt stock : Fix Telescopic
  • Hand guard : Picatinny Rail MIL-STD 1913
  • Vertical Grip : QD Folding
  • Rate of Fire : Cyclic : 720-760 Rpm Effective automatic : 120-200 Rpm Effective single shot : 60 Rpm
  • Ammunition : - Ordinary ball cartridge : MU5-Tj or SS 109 - Blank cartridge : MU5-H


-  Sumber artikel PT. Pindad dan Yotube


Thursday, 10 July 2014

Senjata Dan Kendaraan Tempur Militer - PT. Pindad Indonesia

PT PINDAD (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia dan memperkerjakan sekitar 3000 karyawan

PT. PINDAD [Indonesia]


PT. PINDAD adalah Perusahaan Industri Manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang Produk Militer dan Produk Komersial. Kegiatan PT. PINDAD mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, perakitan dan fabrikan serta perawatan.

Sunday, 3 February 2013

Kehebatan Mobil Presiden RI - SBY


Sejak terpilih menjadi presiden RI untuk kedua kalinya, pada awal tahun 2009,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggunakan mobil dinas kenegaraan Mercedes-Benz S600L model W221.

Prosedur Pengawalan Presiden RI - Di Jalan Raya


Wednesday, 12 September 2012

Corak Loreng Kesatuan TNI



KAIN LORENG TNI AD - SEMUA KESATUAN


  
KAIN LORENG TNI AD KHUSUS -BRIGIF 17 KOSTRAD



  KAIN LORENG TNI AD KHUSUS- BRIGIF 9 KOSTRAD

KAIN LORENG TNI AD KHUSUS - MARINIR


 KAIN LORENG TNI AD KHUSUS - RAIDER

KAIN LORENG TNI AD KHUSUS - KOPASSUS

KAIN LORENG TNI AU  KHUSUS- PASKHAS


 

Sunday, 9 September 2012

Fregat TNI AL- KRI AHMAD YANI 351



KRI Ahmad Yani (351)

Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde, Vlissingen, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Surface to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Ahmad Yani kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur 
KRI Ahmad Yani memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

Latihan Bersama
Persenjataan

KRI Ahmad Yani dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  • 8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 Km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 Kg. 
  • 4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
  • 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
  • 2 Senapan mesin 12.7mm
  • 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
Navigasi dan Sensor
KRI Ahmad Yani diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Dukungan Udara
KRI Ahmad Yani memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.



Spesifikasi umum Kapal
  • Berat benanam: 2.200 ton standar, 2.850 ton beban penuh 
  • Panjang: 113,4 m (372.05 kaki)
  • Lebar: 12,5 m (41.01 kaki)
  • Draught: 5,8 m (19.03 kaki)
  • Tenaga penggerak: s shaft, geared steam turbines 2 boilers, 30.000 hp
  • Kecepatan: 28.5 knot
  • Jarak tempuh: 4.500 Mil laut pada 18 knot
  •  Awak kapal: 251




Combat Helicopter “Gandiwa"




Dirgantara Combat Helicopter "Gandiwa"
Hasil karya anak bangsa, dirgantara Combat Helicopter GANDIWA merupakan helikopter militer dengan peran utama sebagai pesawat/helikopter tempur, dengan kemampuan menyergap target di darat, seperti musuh infanteri dan kendaraan lapis baja. 

Saturday, 8 September 2012

Battle Dress Uniform (BDU) terbaru TNI



 
Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Battle Dress Uniform (BDU) terbaru, untuk pasukan TNI. Warna hijau dari Pakaian Dinas Lapangan (PDL) ini lebih menyatu dengan alam, sehingga memaksimalkan kamuflase pasukan. Motif bercak lorengnya pun lebih halus karena menggunakan pixel/ digital effect. Code dress dan atribut diperbaiki penampilannya mendekati model US Army.



Kehormatan pemakaian seragam BDU oleh Kostrad karena Kostrad merupakan unsur pasukan lapangan yang paling besar di TNI. Panglima Kostrad dipimpin oleh Jenderal bintang tiga. Sementara Kopassus dan Kodam dipimpin oleh Jenderal berbintang dua. 

 

Kalau pilihannya jatuh ke Kostrad, lalu pasukan mana yang lebih dulu menggunakannya ?. Tentu pasukan yang senior. Dan mereka adalah Linud Kostrad, yang sudah malang melintang di medan pertempuran.

Brigif Linud 17 terdiri dari tiga bataliyon: Yonif Linud 305/Tengkorak (Karawang, Jabar), Yonif Linud 328/Dirgahayu (Cilodong, Kab.Bogor), dan Yonif Linud 330/Tri Dharma (Cicalengka, Kab Bandung). Markas Brigif 17 terletak di Cijantung (Jakarta Timur), satu komplek dengan Mako Kopassus, Yonkav 1 Badak Ceta Cakti/Kostrad, dan Yonkav 7 Panser Khusus/Kodam Jaya.



Brigif Linud 17 Kostrad, telah mencetak jenderal-jenderal ternama, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto dan Jenderal (Purn) Feisal Tandjung, Mantan KASAD Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, Letjen (Purn) Djamari Chaniago, Letjen (Purn) Suaidi Marasabesi, Letjen Purn Prabowo Subianto, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen (Purn) Fachrul Razie, Letjen (Purn), Djadja Suparman, Irjenad Mayjen Geerhan Lentara dan banyak lagi.

Selain BDU/ PDL, kelengkapan pasukan juga disempurnakan seperti: ransel tempur, sepatu, decker pelindung lutut, sarung tangan, sarung senjata, perlengkapan minum, komunikasi dan lain sebagainya.

 
Diharapkan BDU dan perbaikan kelengkapan Linud 17 Kostrad ini, segera merata kepada satuan satuan lain. Untuk mengemat biaya, pergantian perlengkapan ini diharapkan dilakukan saat jatuh tempo pemberian seragam dan kelengkapan baru pasukan.

Yang belum diketahui adalah, apakah Battle Dress Uniform (BDU) terbaru ini akan digunakan oleh seluruh pasukan TNI atau per-angkatan. Sebagian tentara asing telah mengubah PDL mereka berdasarkan Angkatan: Darat, Laut dan Udara.



Sumber : http://jakartagreater.com/2012/06/battle-dress-uniform-linud-kostrad/



Friday, 7 September 2012

KRI Dewaruci





KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Nama kapal ini diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci.

Sejarah Kapal
Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953.



Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953, dan pada bulan Juli nya dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri.

Penugasan
Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida.



KRI Dewaruci juga sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Kapal ini juga memiliki marching band sendiri, yaitu marching band taruna Akademi Angkatan Laut yang biasa dikenal dengan nama Gita Jala Taruna.




Karier (ID) Bendera Indonesia
Produksi H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman
Mulai dibuat 1952
Diluncurkan 24 Januari 1953
Ditugaskan 1953
Status Masih bertugas
Pelabuhan utama Armada Timur TNI-AL
Karakteristik umum
Berat benaman 847 ton
Panjang 585 m (1,919.29 kaki)
Lebar 950 m (3,116.80 kaki)
Draft 405 m (1,328.74 kaki)
Tenaga penggerak 1 unit Diesel 986 HP, dengan satu propeler berdaun 4
Kecepatan 10,5 knot dengan mesin
9 knot dengan layar
Awak kapal 75 orang


Tuesday, 4 September 2012

KRI-Klewang - Kapal Perang Tercanggih TNI AL



TNI AL kini punya kapal perang berdesain tercanggih. Hebatnya, kapal perang itu dirancang dan dibuat di dalam negeri, tepatnya di galangan kapal North Sea Boats di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Friday, 24 August 2012

LVTP-7 : Pendarat Amfibi Korps Marinir TNI-AL





“Mendarat dan menang..,” itulah misi utama Marinir di seluruh dunia dalam menjalankan tugas sebagai pasukan pendarat, pembuka gerbang untuk operasi militer lanjutan. Bagi Korps Marinir TNI AL adalah hal lumrah untuk berjibaku dan mempertaruhkan nyawa dalam tiap operasi pendaratan militer di seluruh wilayan Nusantara.


History Ranpur Pendarat Pasukan
Tapi “beban berat” Korps Marinir yang malang melintang dalam berbagai konflik, mulai dari Dwikora, Timor Timur sampai Aceh kebanyakan masih mengandalkan kendaraan tempur (ranpur) amfibi berusia paruh baya. Ambil contoh ranpur BTR-50 dan PT-76 yang sudah eksis menjadi alutsista Korps Marinir sejak awal tahun 60-an. Salah satu sukses misi tempur pendaratan adalah ketersediaan ranpur pengangkut personel (armoured personel carrier/APC) yang handal.


BTR-50
Untuk urusan ranpur pendarat amfibi, sudah empat dekade Marinir TNI AL selalu mengandalkan BTR-50. Walau sudah diretrofit, tetap pada hekekatnya BTR-50 adalah ranpur tua. Penggunaan ranpur tua pun membawa risiko yang tak kecil, sudah beberapa kali terjadi insiden yang menewaskan prajurit Korps Marinir. Memang ada ranpur pendarat lain yang bisa jadi alternatif, sebut saja AMX-10 dan BVP-2, keduanya memang lebih modern tapi sayang tak bisa membawa personel lebih banyak dari BTR-50, dimana BTR-50 bisa membawa 20 personel bersenjata lengkap.

 PT-76

Ranpur Pendarat Pasukan Era Baru Untuk Marinir
Barulah pada tahun 2010, muncul “solusi” mujarab untuk Korps Marinir dengan hadirnya ranpur LVTP (Landing Vehicle Tracked)-7. LVTP-7 dirancang dengan desain roda rantai, bisa dibilang masuk kelas tank amfibi. Ranpur ini tergolong unik, sebab LVTP-7 terlihat bongsor dengan bobot mencapai 30 ton. Jadilah LVTP-7 sebagai ranpur amfibi dengan bobot terberat yang dimiliki Korps Marinir. Bobot ranpur ini tentu bukan tanpa alasan, LVTP-7 sanggup membawa 25 personel bersenjata lengkap plus 3 awak.

LVTP-7


Konfigurasi posisi awak dan personel di kabin LVTP-7
Selayaknya ranpur pembawa personel, asupan persenjataan pada LVTP-7 tergolong terbatas, pastinta tak dirancang untuk menghancurkan MBT (main battle tank). Tapi tetap ada sisi unik yang melengkapi persenjataan pada ranpur ini, maklum Amerika Serikat selalu mengandalkan varian LVTP-7 dalm tiap gelar operasi amfibi, bahkan tak cuma operasi amfibi, ranpur yang juga dijuluki AAV (Assault Amphibian Vehicle)-7 ini juga hadir di medan konflik berpasir, seperti di Somalia dan wilayah Irak.

Persenjataan Ranpur
Sebagai senjata andalan, LVTP-7 mempercayakan kehandalan SMB (senapan mesin berat) browning M2HB kaliber 12,7 mm. Secara teori ranpur ini biasa memuat hingga 1200 peluru kaliber 12,7 mm. Tapi bisa juga SMB ditukar dengan pelontar granat kaliber 40 mm dengan tipe peluru M430 berkategori HEDP (high explosive dual purpose). Sedangkan untuk perlindungan, ranpur ini dilengkapi smoke discharger kalibr 40 mm. LVTP-7 memilikki lapian baja standar 5 cm.


Ruang kabin personel, posisi "atap" pada ranpur dapat dibuka untuk keluar masuk pasukan dan bantuan tembakan

Mesin Ranpur
Sebagai penggerak, LVTP-7 menggunakan mesin General Motors 8V53T yang ditempatkan pada kompartemen depan, serupa dengan ranpur AMX-10 dan BVP-2. Dengan daya maksmal yang disemburkan sebesar 400 hp dan dukungan sistem transmisi FMC-400-3 dengan empat percepatan, ranpur ini dapat dipacu hingga kecepatan 64 Km per jam di darat dengan jarak tempuh 480 Km. Sementara saat berenang, berkat sepasang waterjet di kiri dan kanan mampu menghasilkn daya dorong hingga kecepatan 14 Km per jam.


Tampak ruang kemudi dan perangkat komunikasi 

LVTP-7 milik Korps Marinir TNI-AL berasal dari Korea Selatan, pabrik pembuatnya pun bukan FMS, melainkan dibuat berdasarkan lisensi oleh Samsung Techwin. Indonesia memperoleh ranpur ini lewat program hibah, dari yang awalnya direncanakan bakal 35 unit, hingga saat ini baru hadir 10 unit LVTP-7 di Jakarta.


Presiden SBY saat menjajal pendaratan LVTP-7 di kawasan pantai Lampung

Walau dari segi jumlah sangat minim, LVTP-7 buatan Korea Selatan ini semuanya sudah di upgrade ke versi AAV-7A1. LVTP-7 sangat pas dioperasikan dari kapal jenis LPD (Landing Platform Dock), seperi KRI Surabaya dan KRI Makassar.








Type Armoured personnel carrier
Place of origin  United States
Service history
In service 1972–present
Used by See Operators
Wars 1982 invasion of the Falkland Islands, Gulf War, Operation Restore Hope, Iraq War,
Production history
Designer FMC Corporation
Manufacturer FMC Corporation
Produced 1972
Specifications
Weight 29.1 tons
Length 7.94 m (321.3")
Width 3.27 m (128.72")
Height 3.26 m (130.5")
Crew 3+25

Armor 45 mm
Main
armament
Mk 19 40 mm automatic grenade launcher (864 rounds) or M242 Bushmaster 25mm (900 rounds)
Secondary
armament
M2HB .50-caliber (12.7 mm) machine gun (1200 rounds)
Engine Detroit Diesel 8V-53T (P-7), Cummins VT 400 903 (P-7A1)
400 hp (300 kW)
VTAC 525 903 525 hp(AAV-7RAM-RS)
Power/weight 18 hp/tonne
Suspension torsion-bar-in-tube (AAV-7A1); torsion bar (AAV-7RAM-RS)
Operational
range
480 km (300 miles); 20 NM in water, including survival in Sea State 5
Speed 24-32 km/h (15-20 mph) off-road, 72 km/h surfaced road, 13.2 km/h water (45 mph, 8.2 mph)

KRI Cakra (401) Dan KRI Naggala (402) - Kapal Selam Indonesia


KRI Cakra (401)


KRI Nanggala (402)


Meski tak lagi jadi ”pemain” yang dominan di kawasan Asia Tenggara, kekuatan armada kapal selam TNI-AL masih cukup disegani, walau hanya memiliki 2 unit kapal selam saja. Tumpuan TNI-AL yakni kapal selam dari type 209/1300 yang dibuat oleh galangan kapal Howaldtswerke di Kiel, kawasan Jerman Barat. Type 209 TNI-AL mulai dipesan Indonesia pada tahun 1977, dan baru pada tahun 1981 mulai bertugas memperkuat armada TNI-AL dengan panggalannya di Lanal Dermaga Ujung, Surabaya.
 
Kedua kapal diberi nama KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Angka 4 menunjukkan identifikasi divisi kapal selam. Sebelumnya di era tahun 60an, TNI-AL juga menggunakan kode yang sama untuk identifikasi 12 unit kapal selamnya. Untuk kemudahan identifikasi, kedua kapal disebut sebagai kapal selam kelas Cakra.

KRI Cakra (401)
Tipe 209 adalah kelas diesel-listrik kapal selam serangan dikembangkan secara eksklusif untuk ekspor oleh Howaldtswerke-Deutsche Werft Jerman. Varian asli (Type 209/1100) dirancang pada akhir tahun 1960. Meskipun tidak dioperasikan oleh Angkatan Laut Jerman, lima varian kelas (209/1100, 209/1200, 209/1300, 209/1400 dan 209/1500) telah berhasil diekspor ke 13 negara, dengan 61 kapal selam sedang dibangun dan ditugaskan antara 1971 dan 2008.

KRI Nanggala (402)
Kapal selam type 209 terbilang cukup laris di pasar internasional, salah satu prestasi kapal jenis ini mampu mengusik gugus tempur angkatan laut Inggris saat perang Malvinas di Atlantik Selatan. Setelah menembakan torpedo yang sayangnya tak meledak, type 209 Argentina berhasil lolos dari upaya sergapan setelah 60 hari kucing-kucingan, dan bisa kembali ke pangkalan dengan selamat.
 
KRI Cakra digerakan oleh motor listrik Siemens jenis low-speed yang disalurkan langsung (tanpa gear pengurang putaran) melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya yang dikirim adalah 5000 shp (shaft horse power), tenaga motor listrik datang dari baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25% dari berat kapal, baterai dibuat oleh Varta (low power) dan Hagen (Hi-power). Tenaga baterai diisi oleh generator yang diputar 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged.
 
KRI Cakra dan pasukan katak
Saat menyelam kapal selam menggunakan tenaga listrik, hal ini membuat pengoperasinnya bebas bising, senyap sehingga tak mudah terdeteksi sonar dari kapal musuh. Saat kapal berada di permukaan baru diaktifkan mesin disel, sekaligus tahap untuk proses re charging baterai.



Uji Coba Rudal

Persenjataan KRI Cakra terdiri dari 14 buat torpedo SUT (surface and underwater torpedo) 21 inchi buatan AEG dalam delapan tabung. Torpedo jenis ini dapat dikendalikan secara remote. KRI Cakra dan Nanggla juga kerap digunakan untuk menunjang misi intelijen dan observasi. Dalam beberapa kesempatan, kapal selam ini juga digunakan sebagai wahana transportasi bagi pasukan katak. Seorang pasukan katak dapat dilontarkan dari lubang tabung torpedo, sangat pas untuk misi infiltrasi.


 KRI Cakra (401)

Keberadaan kapal selam tak bisa dilepaskan dari fungsi periskop, KRI Cakra mengandalkan periskop dengan lensa buatan carl zeiss. Sedang untuk snorkel dibuat oleh Maschinenbau Gabler, keduanya merupakan pabrikan asal Jerman. Secara teknis KRI Cakra memiliki berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. Diawaki oleh 34 pelaut. Mampu menyelam hingga kedalam 500 meter. Sonar yang digunakan adalah jenis CSU-3-2 suite.

Update Info KRI Nanggala-402

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, kembali memperkuat jajaran TNI AL. KRI Nanggala-402 telah selesai menjalani perbaikan dan perawatan total di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan.

Kedatangan kapal selam kedua milik TNI AL ini disambut Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno di Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/2/2012).

Sebelum merapat, KRI Nanggala-402 melintas di perairan Selat Madura di depan Dermaga Koarmatim. Para anak buah kapal melaksanakan parade rool guna memberi penghormatan. Dari dermaga, Korps Musik Lantamal V mengiringi dengan lagu ”Hymne Hiu Kencana” yang dinyanyikan oleh anggota TNI AL dari Satuan Kapal Selam Koarmatim.

Guna menjalani overhaul, KRI Nanggala-402, yang dikomandani Letkol Laut (P) Purwanto, dengan 35 awak kapal bertolak dari Tanah Air pada 9 Desember 2009 dan tiba di Korea Selatan pada 19 Desember 2009.
Saat ini kapal selam buatan Jerman tahun 1978 yang bergabung di jajaran TNI AL pada 1981 tersebut telah menjalani perbaikan secara menyeluruh, fisik, navigasi, serta sistem persenjataan.

KRI Nanggala-402 yang mengambil nama dari senjata pewayangan Nanggala dibuat oleh pabrikan Howaldtswerke, Kiel, Jerman, tahun 1981 tipe U-209/1300. Kapal yang merupakan salah satu kapal selam andalan Indonesia ini memiliki berat 1.395 ton, dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Dengan mesin diesel elektrik, kapal selam ini mampu melaju dengan kecepatan kurang lebih 25 knot.

Setelah overhaul, KRI Nanggala-402 telah dilengkapi sonar teknologi terkini dengan persenjataan mutakhir, antara lain, torpedo dan persenjataan lainnya. Sebelum overhaul, KRI Nanggala-402 aktif melaksanakan sejumlah misi penegakan kedaulatan, hukum, dan kemanan di laut, serta latihan yang digelar TNI AL.

Pada latihan operasi laut gabungan, 8 April-2 Mei 2004, KRI Nanggala-402 menunjukkan kemampuan sebagai monster bawah laut dengan menembakkan torpedo dan berhasil menenggelamkan KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaran tembak pada latihan tersebut.

Selain KRI Nanggala-402, TNI AL juga sebelumnya telah meningkatkan kemampuan KRI Cakra-401 dengan melaksanakan overhaul di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering. Overhaul KRI Cakra-401 selama bulan Mei 2004 hingga 13 Februari 2006 dengan hasil optimal seperti layaknya kapal baru dengan kondisi awal mencapai 100 persen serta telah operasional hingga saat ini.

Kapal selam merupakan senjata berdaya tangkal tinggi karena karakternya yang sulit dideteksi dan mampu membawa berbagai jenis senjata, seperti torpedo, ranjau, dan peluru kendali.

Bagi Indonesia, memiliki dan mengoperasikan kapal selam akan memperkuat daya dan kekuatan tangkal. Sejarah peperangan laut membuktikan bahwa hanya kapal selam yang mampu masuk dan menembus jantung pertahanan lawan. Kapal selam juga dapat menghancurkan center of gravity sebuah armada tempur, demikian juga sebaliknya dapat menjadi center of gravity angkatan laut.  
Struktur rangka KRI Cakra

Spesifikasi Teknis Kapal Selam Type 209


1100 1200 1300 1400 1500
Displacement (submerged) 1,207 t 1,285 t 1,390 t 1,586 t 1,810 t
Dimensions 54.1×6.2×5.9 m 55.9×6.3×5.5 m 59.5×6.2×5.5 m 61.2×6.25×5.5 m 64.4×6.5×6.2 m
Propulsion Diesel-electric, 4 diesels, 1 shaft
5000 shp 6,100 shp (4,500 kW)
Speed (surface) 11 knots (20 km/h) 11.5 knots
Speed (submerged) 21.5 knots 22 knots 22.5 knots
Range (surface) 11,000 nmi (20,000 km) at 10 knots (20 km/h)
Range (snorkel) 8,000 nmi (15,000 km) at 10 knots (20 km/h)
Range (submerged) 400 nmi (700 km) at 4 knots (7 km/h)
Endurance 50 days
Maximum depth 500 m
Armament 8x 553 mm torpedo tubes
  • 14 torpedoesOptional UGM-84 Harpoon integration
Daftar Kapal Selam TNI AL Yang Ada Dan Yang Akan Datang

No. Nama kapal Lambung Status Keterangan
1 KRI Cakra 401 masih bertugas
2 KRI Nanggala 402 masih bertugas
3 HDW Type 209/1400 0 dalam pesanan Kapal Selam kelas changbogo dari korsel, Akan dikirim antara tahun 2015-2018
4 HDW Type 209/1400 0 dalam pesanan Kapal Selam kelas changbogo dari korsel, Akan dikirim antara tahun 2015-2018
5 HDW Type 209/1400 0 dalam pesanan Kapal Selam kelas changbogo dari korsel, Akan dikirim antara tahun 2015-2018

Tank Amfibi BMP-3F Baru milik Marinir TNI







Beberapa waktu lalu indonesia mendapat kiriman tank baru untuk marinir. tank ini adalah tank amfibi buatan Rusia dengan kode BMP–3F. kendaraan tempur ini adalah kendaraan  lapis baja yang bisa dikatakan sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris).

Korps Marinir TNI AL mendapatkan 17 unit dan diharapkan dapat menambah kekuatan korps baret ungu ini. Kementrian Pertahanan dan Keamanan membeli 17 senjata canggih itu dengan harga 50jt Dollar US atau Rp 455 Milliar. pada awalnya dana tersebut digunakan untuk membeli 20 unit tank, tetapi karena melambungnya harga TNI hanya dapat membeli 17 unit
Tank amfibi BMP-3F merupakan kendaraan lapis baja terbaru produksi Rusia. Kemampuan manuver laut tank ini mengalami penyempurnaan dibanding generasi sebelumnya dengan penambahan snorkel, perbaikan tameng di kubah untuk menahan ombak dan gelombang air laut agar tank tetap stabil menuju serbuan pantai.




Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet). Terdiri dari meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm.

Penggabungan ini memungkinkan prajurit awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi dan kondisi serta medan tempur. Konstruksi (chasis) yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain mudah perawatannya dan efisien pemeliharaannya

Bobot BMP-3F kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas 10 prajurit yang terdiri dari 3 awak tank dan 7 awak senjata. Kecepatan di medan air dan berlumpur 45 km/jam, 70 km/jam, di jalan raya 10 km/jam, dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km. Sedangkan kemampuan jelajah 600 km, di lumpur 12 km dan daya jelajah di air 7 jam.

 

Modernisasi meriam pada ranpur berbasis BMP-3

 

Turet BMP-3F, sistem kontrol penembakan dapat dilakukan secara otomatis.
Profil Tank Amfibi BMP-3F 



Sistem Kendali dan Persenjataan
BMP-3F yang dipersenjatai meriam kaliber 100 mm dibuat untuk menembakkan peluru/ roket non-kendali (shell), untuk kaliber ini biasanya masuk dalam kategori balistik sedang, dengan kecepatan tembak berkisar 250m/detik, roket dengan balistik sedang memberikan beberapa keunggulan pada sitem kendali senjata persenjataan BMP–3F, diantaranya yaitu :

• Jarak jangkau ke sasaran darat/ laut lebih jauh, sehingga perluasan areal sasaran yang dapat dikenai/ dijangkau lebih baik.
• Mampu menembak melampaui gerak pasukan yang di turunkan (berfungsi sama seperti kemampuan PT-76 versi M)
• Pemakaian meriam berkaliber besar diimbangi dengan berat meriam yang lebih ringan
• Kecepatan menembak tepat tidak tergantung dengan jarak kesasaran, perhitungan gyroscope dapat diatur secara otomatis sehingga perhitungan sudut kesalahan jatuhnya peluru dapat diminimalkan. (berfungsi sama seperti kemampuan PT-76 versi M)
• Terdapat platform peluncur rudal kendali anti tank (ATGM), baik yang diluncurkan langsung melalui laras meriam (laser guided system) maupun yang terpasang pada badan panser. diri dari dua bidang stabilisator dari pembidik kaca utama dan sebuah sensor gyroscope 

BMP-3F Fire Control System Components.

Sistim pengontrol penembakan otomatis yang terdiri dari stabilisator senjata alat pembidik, kombinasi dengan stabilisasi pembidikan dalam 2 bidang : Azimut dan Elevasi (tinggi di atas permukaan laut) alat pengukur jarak/ lasser, alat pembidik komandan kendaraan, alat perhitungan lintasan tembakan, alat pengumpul data. Sistem pengontrol penembakan otomatis itu memberi kesempatan kepada satuan infantry melaksanakan tugas taktis yang mereka hadapi (KSIT), penggunaan senjata secara efisien dan memperlihatkan keunggulannya dibandingkan dengan system pengontrol penembakan yang tidak otomatis.
Alat sistem pengontrol penembakan otomatis BMP–3F mampu mempertimbangkan berbagai data (diturunkannya atau dinaikannya alat pengontrol BMP-3F) untuk bidikan tepat, oleh karena itu penembakan dari segala jenis senjata akan selalu tepat.


Hasil penembakan yang tepat sama ketika BMP–3 digunakan di pegunungan atau menembaki sasaran udara seperti helicopter yang terbang hover/terbang diam. 

Untuk menembak dengan roket kendali atau peluru berkaliber 100 mm dan peluru berkaliber 30 mm hanya perlu ditekan satu kenop, fungsi pembidik tidak berubah sambil menembak dari segala jenis senjata, amunisi bagi meriam mesin berkaliber 30 mm dan mitaliur (kal 76,2mm) dimasukkan ke dalam "pitaban" peluru yang tidak putus-putusnya dan dapat digunakan lagi tanpa diisi kembali, peluru fragmentation/ asap dan brisan/pecah berkaliber 100 mm terletak di dalam otomat pengisian yang memungkinkan menembak 10 peluru/menit.


Kekhususan prinsipil yang utama BMP–3 F, yaitu bahwa seksi motor transmisi ditempatkan di bagian belakang badan BMP – 3 F dan di bagian depan badan BMP–3 F dipasang tiga mitraliur PKT dan PKTM serta ditempatkan seksi pasukan infantri pendarat karena itu efisiensi tembakan sepanjang arah gerakan BMP – 3 F jadi meningkat.